(Jakarta) Pembangunan industri jasa keuangan memerlukan literasi yang baik guna mencapai pemahaman yang jelas kepada masyarakat. Sebagaiman dalam survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2019. Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan masyarakat adalah 76,19%. Dari nilai tersebut dapat tergambar bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami produk dan layanan jasa keuangan. Oleh karenanya perlu kerjasama semua stakholder dan industri jasa keuangan untuk kegiatan literasi keuangan di tahun 2020. Industri jasa keuangan termasuk konvensional dan syariah.

Askrindo Syariah sebagai perusahaan keuangan di bidang penjaminan berbasis syariah, mendukung program literasi keuangan tahun 2020 dengan tema prioritas “Produk Keuangan Syariah Sama Bagusnya, Sama Lengkapnya dan Lebih Adil”.

Tema tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Produk Keuangan Syariah meliputi seluruh produk dan layanan jasa keuangan yang disediakan oleh lembaga keuangan syariah, yaitu perbankan syariah, pembiayaan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, dana pensiun syariah, pegadaian syariah. Sama Bagusnya produk dan layanan jasa keuangan syariah memiliki fitur/karakteristik serta manfaat yang baik dengan tetap memperhatikan aspek-aspek syariah. Sama Lengkapnya industri jasa keuangan syariah menyediakan seluruh produk dan layanan jasa keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat tanpa mengenal golongan/kelompok. Lebih Adil sistem transakasi yang diterapkan oleh industri jasa keuangan syariah mengacu pada azas keadilan, yaitu sistem bagi hasal (profit sharing).

Sasaran prioritas kegiatan literasi keuangan tahun 2020, berdasarkan SNLKI yang telah direvisi tahun 2017 dan mengacu pada SNLKI tahun 2019 maka terdapat 10 sasaran kegiatan literasi dan inklusi keuangan lebih ditekankan kepada 3 segmen sasaran sebagai berikut : UMKM, Perempuan dan Ibu Rumah Tangga serta Petani/Nelayan.

Sub tema (per sektor) disesuaikan oleh masing-masing PUJK yang mngacu hasil SNLIK 2019, khsususnya sektor-sektor industri keuangan yang tingkat literasi maupun inklusinya di bawah rata-rata nasional.